itulah yang seharusnya terucap..indeed, ya sungguh-sungguh untuk merubah kebisaan kurang baik menjadi lebih baik, secara perlahan dan tak akan pernah kembali ke asal lagi.
niat harusnya datang dari diri sendiri, tp niat akan muncul dan tumbuh karena anjuran atau inspirasai yang di dapat dari orang-orang di sekitar kita. di mana sesuatu yang baik akan sangat menyenangkan untuk di dengar ataupun di lihat.
oleh karena itu belajarlah untuk merubah hal-hal yang kurang baik menjadi lebih baik.
kebisaan bersuara keras dan suka membentak di sertai dengan kata-kata kasar, bisa kita rubah sedikit demi sedikit menjadi sebuah perkataan yang lemah lembut dan penuh dengan sopan santun serta memberikan kesejukan bagi orang yang mendengarkan, tanpa ada sakit hati dan marah atas ucapan yang telah kita keluarkan dari mulut kita.
ibarat kata pepatah " lidah tidak bertulang tp bisa membuat sakit hati orang dan lebih sakit dari pada tersayat pisau ".
maka dari pada itu jagalah lidah dan lisan kita dalam berbicara kepada teman, anak,suami or istri, apalagi kepada orang tua dan yang lebih tua dari kita, karena kita hidup di negara yang masih menjunjung nilai sopan santun dan tata krama.
kita bukan hidup di amerika or eropa sana, yang seenaknya sendiri memanggil dan mencaci dengan kata-kata yang tak senonoh.
apabila kita sendiri sudah jauh dari tata krama dan sopan santun, bagaimana anak-anak kita kelak, mereka akan mencontoh kita selaku orang tua, apa yang kita perbuat mereka akan merekan dan membuat, mungkinlebih parah dari apa yang pernah kita buat, karena apel jatuh tak jauh dari pohon.
berubahlah dengan sungguh-sungguh dari yang kurang baik untuk menjadi lebih baik untuk anak-anak kita kelak, agar mereka lebih bisa menghargai dan bertingkah lagi yang santun dan bisa membanggakan orang tua.
untuk istriku tercinta, bukan kami nak banyak menuntut tapi cobalah untuk lebih lembut dan sabar menghadapi anak-anak kita yang mulai tumbuh besar dengan kreatifitas dan ide-ide mereka sendiri.
berniatlah dengan sungguh-sunggu ya?
Kamis, 22 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar