deg....
dalam hatiku ketika suara jauh di sana menjawab kalimatku,
hallo, assalamu'alaikum bisa bicara dengan mbak dian? " kataku.
oh...mbak diannya lagi di suruh ibu ke pasar,"katanya.
kalo begitu terima kasih ya mbak? " kataku lagi ( sambil mau menutup telepon), tp
iya? nanti telp aja lagi ya?, oh iya ini siapa ya? "selingkuhannya" ya? " katanya lagi.
( deg..tersentak hatiku, ketika telinga itu mendengar kata selingkuhannya, langsung saya jawab ), bukan mbak, saya temannya aji," kataku.
oh...saya kira, ok deh, nanti telp aja lagi ya?"katanya lagi n lagi.
terima kasih mbak" jawabku lagi.
langsung ku tutup telpku, tp masih mengiang kata-kata itu, begitu mudah orang mengatakan itu dan menghakimi kita, ketika kita berbicara langsung or telepon dengan lawan jenis.
dalam hati bertanya? siapa ya tadi ibu-ibu or mbak-mbak yang menjawab teleponku? jadi penasaran, tp yo wes lah, ku putuskan untuk tidak telepon lagi, untuk menghindari hal-hal dan perkataan yang kurang baik di kemudian.
lebih baik kita bijak untuk menanggapi sesuatu, toh kita masih bisa kirim pesan lewat temanya kl kita ada keperluan dengan si mbak dian, itu.
jadi ragu untuk menelpon lawan jenis walaupun itu teman sekantor or seprofesi,...jangan-jangan nanti yang angkat ibunya, adiknya or malah suaminya..wah bisa gawat nih kalo mereka salah sambung???
tapi bagi keluarga kami itu tidak berlaku, kami saling menghargai, karena kami mencoba untuk bercerita sebelum mata terpejam, mengenai aktifitas kami sehari-hari.
dan kami juga mempunyai sahabat dan relasi yang berlainan gendernya.....
please be positif, do not make prompt justice, base on voice only ya? my dear mbak, di sana?...
berprasangka baiklah sebelum kita mengerti maksud dan tujuan orang yang berbicara dengan kita, lebih bijak jika kita dengarkan dulu, sebelum bertanya dan memberikan jawaban.
sorry ya mbak dah menggangu, salam buat keluarga ya? dari kami sekeluarga.
Senin, 26 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar